Saturday, June 11, 2011

Hola Twin Girls ^^


Tanggal 7 Juni disepakati sebagai hari pelaksanaan operasi.  Kami memilih R.S. Grestelina Makassar (Jl. Letjen Hertasning Raya no. 51, telp. 0411-448 852) selain karena jaraknya lumayan dekat dengan rumah juga karena Dokter Maggie berpraktek di sana.  Kamar kelas I A (private room, biayanya Rp 2.500.000 untuk 5 hari) lumayanlah mengingat keluarga besar kami (dari Sorowako dan Baubau) akan menginap ramai-ramai ketika hari 'H' tiba. Estimasi biaya keseluruhan (sudah termasuk biaya dokter, operasi,  obat-obatan, kamar rawat inap) sekitar Rp 15.700.000,-

Perlengkapan paling utama yang dibawa antara lain: 
  • Baju ganti untuk ibu dan bayi
  • Susu formula dan dot (4 buah, masing-masing anak punya 2 dot)
  • Popok new born size dan tissue basah
  • Cemilan untuk ibu dan para penjaga alias tim hore :)
Saya masuk tanggal 6 Juni 2011 sore, jam 08.00 malam sudah harus puasa.  Selasa pagi suster datang menjemput. Rencana operasi 07.00.  Berbekal pengalaman bius total saat operasi sinusitis lalu, saya santai saja menghadapi operasi sesar pertama saya (sejauh ini yang saya tahu hanya dibius lokal saja, tidak sempat tanya-tanya pengalaman ke para ibu yang sudah disesar).  Bius lokal dalam perkiraan saya hanya disuntik di bagian perut saja, mirip-mirip bius lokal kalau sedang periksa gigi (tidak segampang itu juga kalee).  Tapi begitu dokter anestesi meminta saya untuk baring miring dan mengambil posisi bungkuk udang, saya mulai keringat dingin.  

Bius lokal untuk operasi sesar (istilah kerennya anestesi spinal) dengan cara menyuntikkan obat bius diantara ruas tulang belakang sehingga efeknya pada setengah badan (bagian perut sampai kaki) mati rasa! Begitu terasa 'lumpuh setegah badan', tirai dipasang  dibagian dada untuk menutupi pandangan ke kelompok dokter yang tengah bertugas, pemasangan tirai tersebut tentu saja agar kita tidak melihat adengan sayat-menyayat di bagian perut kita.  Yang saya rasakan saat itu hanyalah guncangan-guncangan di tubuh bagian bawah, selebihnya saya tertidur pulas.  


menunggu giliran operasi



Saya terbangun mendengar suara Dokter Maggie, "Bayi 01 beratnya 3.0 kg.  Cantik sekali!" Selang dua menit kemudian beliau berkata, "Bayi 02 beratnya 2,7 kg.  Sama cantiknya!"
Syukur Alhamdulillah ya Allah...
Perjumpaan saya dengan bayi kembarku hanya sebatas itu, selanjutnya keduanya dibawa ke ruang perawatan bayi, ditemani suami dan kerabat saya.  Saya sendiri masih harus menjalani pemulihan di ICU selama 2 hari. 


bayi #02 (selimut hijau) & bayi  #01 (selimut biru)


bertemu dengan my twin girls setelah 2 hari pemulihan di ICU
Sharing Facts 
  •  Tidak ada IMD (Inisiasi Menyusui Dini), setelah lahir bayi dibawa ke ruang perawatan bayi sementara saya tinggal di ruang ICU untuk pemulihan selama dua hari. Selama saya di ICU,  bayi diberikan susu formula (persediaan susu dari pihak kita sendiri).  Info untuk IMD pasca operasi sesar bisa dilihat di sini (intinya, cari rumah sakit yang medukung IMD). 
  • Selama pemulihan, saya belum diperbolehkan makan sampai benar-benar bisa buang gas.  Minum pun hanya secukupnya saja.  Keteter masih terpasang, memakai pispot bila pup (dilakukan sambil baringan di tempat tidur).  Sebelum 24 jam, saya dilarang mengangkat kepala apalagi mencoba bangun demi menghindari resiko kelumpuhan. 
  • Setelah keluar dari ruang ICU, butuh 1 jam untuk bangun dan berjalan ke WC (hanya berjarak 1 meter dari tempat tidur saya) saking sakitnya dibagian sayatan.  Ini pengalaman sesar pertama rasanya jauh lebih menyakitkan dibanding melahirkan normal.  Betul kata perawat, semakin sering kita bergerak maka sakit yang dirasakan akan semakin berkurang.  Semakin kita memanjakan diri, semakin lama sakitnya akan terasa. 
  • Pasca melahirkan anak kembar, kondisi perut mirip balon kempes (kulit perut sangat bergelambir, *bikin ill feel melihatnya ).  Dokter Maggie mewanti-wanti agar saya selalu menggunakan korset setiap saat.  
  • Diberikan salep  Kelo-Cote untuk dioleskan di bekas jahitan, agar bekas jahitan tidak timbul (memang benar hasilnya mirip bekas sayatan silet saja).  Selain itu diberikan Mustela Cream no.01 untuk menyamarkan stretch mark (tapi hasilnya tidak begitu memuaskan).  

No comments:

Post a Comment